Anggaran Perubahan Defisit, AGM Sebut Akan Tertutupi Silpa

0
562

HARIANPPU.ONLINE,PENAJAM- DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggelar Rapat Paripurna Penyampaian Nota Keuangan/Penjelasan dan Pandangan Umum Fraksi DPRD terhadap Rancangan Perubahan APBD 2019, Kamis (1/8/2019).

Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud (AGM) dalam penyampaiannya mengatakan target pendapatan APBD Perubahan 2019 sebesar Rp. 1,59 trilyun lebih, tidak mengalami perubahan dari APBD murni 2019 tetap sebesar Rp 1,59 Trilyun lebih dengan rincian sebagai berikut. Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp. 115,60 Milyar lebih, mengalami penurunan sebesar Rp 21,36 Milyar lebih atau 15,6 persen dari PAD murni 2019 sebesar Rp 136,96 Milyar lebih.

“Dana perimbangan direncanakan sebesar Rp.1,19 Trilyun lebih, tidak mengalami perubahan dari 2019 tetap sebesar Rp 1,19 Trilyun lebih. Sedangkan Lain-lain pendapatan yang sah direncanakan sebesar Rp. 289,12 Milyar lebih, mengalami kenaikan sebesar Rp. 21,36 Milyar lebih atau 7,98 persen dibandingkan dengan anggaran murni 2019 sebesar Rp. 267,76 Milyar lebih,”kata AGM.

Dijelaskan AGM belanja secara keseluruhan direncanakan Rp 1,64 Triliyun lebih, mengalami kenaikan sebesar Rp. 55,48 Milyar lebih atau sebesar 3,49 persen dari Anggaran murni 2019 sebesar Rp. 1,58 Trilyun lebih terdiri dari belanja tidak langsung. Belanja tidak langsung dalam Rancangan APBD Perubahan 2019 direncanakan sebesar Rp 636,63 milyar lebih mengalami kenaikan sebesar Rp 4,40 Milyar lebih atau 0,70 persen dari APBD murni Tahun 2019 sebesar Rp 632,25 milyar lebih.

“Belanja langsung dalam Rancangan APBD Perubahan 2019 direncanakan sebesar Rp 1 triliun lebih, mengalami kenaikan sebesar Rp 51,08 Milyar lebih atau 5,34 persen dari APBD murni 2019 sebesar Rp 956,48 Milyar lebih,”lanjutnya.

Dikatakan AGM pembiayaan dalam rancancangan APBD Perubahan 2019 ini direncanakan sebesar Rp. 46,10 Milyar Lebih, mengalami kenaikan sebesar Rp. 55, 48 Milyar lebih atau 591,11 persen dari pembiayaan daerah pada APBD murni Tahun 2019 sebesar Rp 9,38 Milyar lebih. Penerimaan pembiayaan yang direncanakan Rp 87,67 Milyar lebih berasal dari Pinjaman Daerah sebesar Rp. 30,68 Milyar lebih dan SILPA sebesar Rp 56,98 Milyar lebih sedangkan pengeluaran pembiayaan yang direncanakan sebesar Rp. 41,57 milyar lebih untuk pembayaran pokok pinjaman daerah sebesar Rp.36,07 Milyar lebih dan penyertaan modal (Investasi) sebesar Rp 5,5 Milyar terdiri dari penyertaan modal PDAM sebesar Rp 3 Milyar dan penyertaan modal Perusda Benoa Taka sebesar Rp 2,5 Milyar.

“Dengan memperhatikan target pendapatan, disandingkan dengan rencana belanja sebagaimana tersebut di atas, maka terdapat selisih kurang (Defisit) sebesar Rp. 46,10 Milyar lebih, dimana defisit tersebut akan kita tutup dengan penerimaan pembiayaan yang berasal dari sisa lebih perhitungan anggaran (SiLPA),”bebernya.

Dalam Rancangan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2019 terdapat beberapa kegiatan baru yang mendukung penyediaan pelayanan publik pada bidang pendidikan, bidang kesehatan, dan infrastruktur yang berupa penerangan jalan umum dan penambahan material untuk pemeliharaan jalan.

Reporter : Hamaruddin

Editor      : Riadi Saputra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here