AGM Minta Petani Tidak Menjual Hasil Panen Keluar Daerah

0
188

Segera Bangun Dua Pabrik Beras di Babulu

HARIANPPU.ONLINE,PENAJAM- Kecamatan Babulu Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) merupakan sentra pertanian padi di Kabupaten PPU. Bahkan karena luasnya lahan pertanian padi di wilayah ini, menjadikan Tanah Benuo Taka sebagai salah satu lumbung pangan di Kalimantan Timur (Kaltim).

Namun sejumlah masyarakat petani padi di kecamatan babulu masih mengeluhkan kondisi pertanian mereka selama ini. Salah satunya yang menjadi persoalan mereka adalah untuk pemasaran hasil panen selama ini. Bahkan menurut sejumlah petani di wilayah ini, penjualan hasil panen di kecamatan babulu masih dikuasai oleh tengkulak asal luar daerah, umumnya dari Kalimantan Selatan.

“Tengkulak luar PPU membeli gabah hasil pertanian kita dengan harga murah dengan kisaran hanya 5 ribu rupiah per kilogram, sementara untuk digiling sendiri alat yang tersedia di PPU ini masih terbatas, “ungkap salah satu warga Desa Gunung Mulia Kecamatan Babulu disela-sela Kunjungan Kerja (Kunker) Bupati PPU, Abdul Gafur Masud (AGM) dan Wakil nya, Hamdam di Desa ini, Selasa, (30/7/2019).

Menanggapi keluhan warganya ini, Bupati PPU AGM mengatakan bahwa pemerintah daerah dalam waktu dekat memang berencana membangun dua pabrik penggilingan padi di Kecamatan Babulu sehingga hasil panen petani yang ada disana tidak perlu lagi keluar PPU dalam bentuk gabah. AGM juga berpesan jika daerah telah memiliki pabrik beras sendiri, petani tidak lagi menjual hasil panen mereka kepada tengkulak luar.

“ Doa kan saja dua pabrik beras akan segera terwujud dalam waktu dekat di kecamatan babulu ini. Oleh karena itu, kami juga minta agar penjualan gabah padi hasil panen petani nantinya jangan di jual keluar PPU apalagi dengan harga yang murah, “pinta AGM.

Dihadapan ratusan masyarakat Desa Gunung Mulia ini, AGM juga mengajak masyarakat untuk tetap membudayakan kegiatan gotong royong dilingkungan masyarakat. Dengan budaya gotong royong tambah dia, segala pekerjaan diyakini akan menjadi lebih mudah, terpenting gotong royong merupakan budaya timur yang sangat penting bagi kehidupan bermasyarakat.

Dalam kesempatan ini AGM dan wakilnya bersama masyarakat sekitar juga melakukan panen padi bersama di Desa ini. Secara simbolis bupati dan wakilnya didaulat melakukan pemanenan padi secara manual dan menggunakan kendaraan pemanen padi milik petani Desa ini.

Hadir juga dalam kegiatan ini, Kepala Dinas Pertanian PPU,Djoko Dwi Ferbrianto, Dinas Ketahanan Pangan Surito, Kepala Dinas Kesehatan Arnol Wayong, Kepala Dinas Kominfo, Budi Santoso dan sejumlah pejabat terkait dilingkungan Pemkab PPU.

Sumber : Humas6/ Subur P

Editor    : Hamaruddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here