Larang Pasangan Mesum, Warga Sampai Berkelahi hingga RT Didatangi Preman

0
907

HARIANPPU.ONLINE, PENAJAM – Aksi pasangan mesum di kawasan Pantai Nipah-nipah dan Sungai Parit, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) ternyata memang sudah berlangsung lama sejak adanya akses jalan costal road.

Bahkan diakui sejumlah warga, di sekitar pesisir pantai tersebut dalam melakukan tidakan larangan kerap dibumbuhi aksi anarkis dari pasangan yang tertangkap.

Seperti yang dialami ketua RT 01, Kelurahan Sungai Parit, Suwajianto misalnya, dirinya mengaku hingga di datangi orang tua pasangan mesum tersebut dengan membawa preman lantaran merasa tidak terima saat warganya menertibkan aksi anaknya bersama pasangan nya yang asik berbuat mesum di kawasan pantai tersebut.

“Kejadian belum lama ini, bahkan. Itu sampai datang kerumah marah-marah karena merasa anaknya tidak melakukan hal tersebut sambil membawa 3 orang preman ke rumah saya,” ungkap Suwajianto.

Lanjut dibeberkan Suwajianto tak sedikit, warganya memperoleh perlakuan yang anarkis saat melakukan larangan kepada sejumlah pasangan mesum yang pihaknya pergoki.

“Jadi karena tak ada tindakan dari pihak terkait, kami secara sewadaya membentuk tim pengawas pantai. Nah, dalam upaya kami menangani persoalan tersebut tak sedikit ada warga kami yang memperoleh perlakuan kasar,” tuturnya.

Bahkan ditambahkan Suwajianto, dalam priode 2019, ini lebih dari 47 pasangan mesum yang pihaknya pergoki dan beberapa di bawah langsung ke satpol pp untuk ditindak lanjuti, hanya saja keterbatasan pihaknya kerap menjadi kendala.

“Kalau yang kepergok banyak, bahkan lebih dari 47 pasangan. Cuman memang kami memiliki keterbatasan, makanya kami berharap adanya bantuan dari Pariwisata selaku pengelola atau Satpol PP yang memiliki wewenang penanganan\,” terang Suwajianto.

Selain Suwajianto, Siki warga asal Kelurahan Sungai Parit RT 04 menyakan hal yang sama, dirinya yang memiliki salah satu pondok di wilayah pantai tersebut kerap mendapati pasangan mesum yang memaksa masuk ke pondok bekas rumput laut yang ia miliki di pantai tersebut.

“Bukan hanya menganggu, bahkan berani masuk secara paksa ke pondok-pondok yang dimiliki nelayan di pesisir pantai,” singkatnya.

Oleh sebab itu pihaknya terkadang berinisiatif melakukan patroli, untuk mengawasi sejumlah sisi pantai agar tak merusak barang barang milik nelayan di kawasan pantai tersebut.

“Kalau kami tak berinisiatif melakukan patroli, siapa lagi. Apalagi aksi pasangan mesum ini bukan hanya malam, siang hingga sorepun terkadang banyak,” jelas Siki.

Saat ini pihaknya hanya bisa berharap, adanya tidakan tegas dari dinas terkait maupun Satpol PP, minimal kalau persoalan SDM menjadi kendala pihaknya berharap adanya upaya duduk bersama untuk sama sama mencari solusi. Karena aktifitas pasangan tersebut sudah terbilang menganggu dan mengusik nelayan di pesisir pantai Nipah-nipah dan SP.

“Ya kami cuma bisa berharap saja, tapi semoga ada tindakan lah untuk mengatasi persoalan ini,” tegasnya.

Memang sangat Ironis, dengan berkembanganya pariwisata di kawasan pantai tersebut tak diimbangi dengan pengelolaan yang serius oleh pemerintah daerah. Padahal selain dapat menjadi sumber PAD, tentu akan meningkatkan ekonomi masyarakat bila terkelola dengan baik.

Reporters : Riadi Saputra

Editor       : Hamaruddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here