Pemkab Dukung Penuh Kedua Pembangunan Jembatan di PPU Sesuai Amanat Presiden

0
346

HARIANPPU.ONLINE,PENAJAM- Jajaran PT. Waskita Karya tol road mengunjungi pembangunan jembatan Pulau Balang yang berada di Kelurahan Pantai Lango, kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kamis, (25/7/2018) pagi.Rombongan diterima langsung oleh Manajemen pembangunan Jembatan Pulau Balang di lokasi pembangunan jembatan ini.

Rombongan dipimpin langsung oleh Direktur pengembangan dan operasi PT. Waskita Toal Road, Muhammad Sadali, turut juga Staf Ahli Presiden bidang infrastruktur, Graha Yudha, Direktur Kontruksi dan sistem, Ibnu Nouval, Direktur Keuangan dan SDM, Rudi Purnomo. Tanpak juga Komite Audit WTR, Asep Mudzakir dan Komite menegemen risiko, Ratna Trisnaningrum dan Arnold. Selain itu kunjungan ini juga didampingi oleh Kepala Bagian Pembangunan Setkab PPU, Nicko Herlambang.

“Pertama kunjungan kerja kami kesini (jembatan pulau balang) adalah untuk lebih meyakinkan pasar ataupun traffic yang
diperkirakan akan melalui jembatan PPU- Balikpapan melalui titik Nipah-nipah Melawai. Nah tentu ini akan menambah keyakinan kami serta bapak-bapak dari komite risiko yang tentu punya kepentingan ikut dan meyakinkan juga bagi pemegang saham disana. Mudah-mudahan ini dapat berdampak positif dan memudahkan proses -proses pembangunan jembatan Tol teluk Balikpapan- PPU ini, serta proses-proses administrasi lainnya nya bisa segera selesai, ” kata Muhammad Sadali.

Kehadiran perwakilan staf presiden yaitu tenaga ahli madya infrastruktur lanjutnya, menunjukkan bahwa kedua proyek ini adalah amanah dari pemerintah pusat ke daerah yang harus dijaga dan dikawal karena merupakan concern perhatian Bapak Presiden Jokowi sebagai wujud pembangunan Infrastruktur Kaltim yang komprehensif.

“Kedua pembangunan jembatan ini adalah amanat Presiden Joko Widodo, “ujarnya.

Dijelaskan Sadali, saat ini proses tender memang tengah berjalan di kementerian PU atau Badan Penguasaan Jalan Tol (BPJT ) Jakarta. Proses tender tersebut dilaksanakan untuk penunjukan sebagai investor pembangunan jembatan tol Teluk Balikpapan -PPU.

“Mudah-mudahan kita juga dapat memenangkan tender tersebut, karena kita Waskita Karya juga sebagai pemerkasa pembangunan jembatan ini. Mudah-mudahan ini juga membawa berkah bagi kita semua dan seluruh bangsa Indonesia khusus bagi masyarakat Balikpapan dan kabupaten PPU pada umumnya, “ungkapnya.

Terpisah Kepala Bagian Pembagunan Setkab PPU, Nicko Herlambang mengatakan bahwa kunjungan tersebut adalah untuk memberikan keyakinan Kepada komisaris dan pemegang saham waskita tol road bahwa investasi pembangunan jembatan tol teluk Balikpapan adalah layak secara finansial, ekonomi dan teknis.

Terpenting kata Nicko, adalah bahwa pembangunan Jembatan Pulau Balang dan Tol Teluk Balikpapan bisa berjalan beriringan tanpa menganggu satu sama lain. Dijelaskan dia, jarak antar kedua jembatan memiliki selisih waktu tempuh 2.5 hingga 3.5 jam sehingga akan memiliki market terpisah dan jumlah lalu lintas harian yang diharapkan akan melintas setelah jembatan dibangun akan sesuai ekspektasi investasi yang akan di tanamkan.

” Pemerintah Kabupaten PPU siap mendukung penuh penyelesaian kedua akses tersebut yang diharapkan akan menjadi solusi pengembangan wilayah PPU pada khususnya dan Kaltim pada umumnya. Pemkab PPU juga siap all out dukung kelancaran proses pembangunannya kedepan, “beber Nicko.

Dia mengungkapkan bahwa saat ini Satuan Tugas (satgas) pembebasan lahan pembangunan Jembatan Tol Teluk PPU-Balikpapan segera dibentuk. Direktorat Jendral (Dirjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah berkoordinasi dengan Kanwil BPN Kaltim, kemudian BPN dikedua daerah juga akan dilibatkan dalam proses pembebasan lahan ini.

“ Beberapa waktu lalu kami juga telah dihubungi Dirjen Bina Marga , kordinasi dengan Kanwil BPN Kaltim, BPN PPU dan BPN Balikpapan. Nanti akan membentuk Satgas pembebasan lahan jembatan Tol,”Pematokan lahan yang masuk titik trase jembatan itupun akan melibatkan pemilik lahan,”lanjutnya

“Kemudian BPN menghasilkan peta bidang. Peta bidang ini menjadi bahan penilaian tim appraisal dalam menentukan harga. Taksiran harga tersebut disosialisasikan lagi kepada pemilik lahan bahwa harganya sekian-sekian. Jika warga tidak sesuai dengan harga taksiran tersebut akan dijelaskan lagi tahabannya seperti apa. Posisi kami di daerah hanya memastikan pemilik lahan mendapatkan haknya. Karena biaya pembebasan lahan dibebankan kepada investor dan akan masuk dalam hitungan nilai investasi, “ tuturnya.

Nico menyatakan, lelang investasi jembatan Tol PPU-Balikpapan ini akan ditargerkan selesai akhir tahun ini.
“PT Tol Teluk Balikpapan sudah diundang oleh BPJT, karena ada tambahan item dokumen yang harus dilengkapi . Kalau proses lelang selesai maka pembangunan fisik bisa segera dilaksanakan, “bebernya.

Sumber : Humas 6/ Subur P

Editor     : Hamaruddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here