Pemprov Kaltim Wajib Prioritaskan Silkar-Sepaku

0
547

Intensitas Kendaraan Tinggi, Kondisi Jalan Memprihatinkan

Intensitas pengguna jalan mulai titik Silkar Kecamatan Penajam hingga Kilometer 38 Samboja melalui Kecamatan Sepaku Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tergolong cukup tinggi. Selain jalan ini merupakan satu-satunya jalur darat yang menghubungkan PPU dan Balikpapan, jalan milik Pemprov Kaltim ini juga merupakan trans Kalimantan yang merupakan jalur darat penghubung bagi Kabupaten Paser, Kalsel, Kalbar maupun daerah lainnya yang berada di wilayah selatan Kaltim melalui Kabupaten PPU, sehingga intensitas pengguna jalan ini selalu tinggi.

Memang ada juga alternatif jalur lain yaitu melalui penyebrangan laut menggunakan kapal Feri, Kelotok ataupun Speed Boat. Namun alternatif ini juga masih terbatas khususnya bagi angkutan kendaraan. Belum lagi angkutan kendaraan melalui laut membutuhkan biaya yang cukup tinggi, ditambah jarak tempuh jalur laut eluk Balikpapan ini juga cukup menyita waktu bagi masyarakat, terlebih pada momen-momen tertentu seperti pada hari besar Idul Fitri, Idul Adha dan sebagainya.

Wacana lain ada juga dari Pemprov Kaltim untuk memangkas jarak tempuh yang telah ada selama ini, yaitu pembangunan Jembatan Pulau Balang di Kabupaten PPU melalui Kelurahan Riko. Namun hingga kini pembangunannya juga masih tahap pengerjaan khususnya bentang panjang menuju sisi Balikpapan. Sebenarnya jika jembatan ini telah rampung, diperkirakan dapat memangkas jarak tempuh Silkar-Samboja lebih kurang hingga 40 Kilometer.

Dari pilihan alternatif yang ada, nyatanya sebagian besar pengguna jalam dari wilayah selatan Kaltim itu untuk menuju Balikpapan masih melalui jalur darat Silkar-Sepaku dengan jarak tempuh 2-3 jam perjalanan. Padahal bisa diprediksi jika jalur ini baik seutuhnya diperkirakan hanya butuh waktu tidak lebih dari satu jam.

Menilik tingginya intensitas pengguna jalur ini, sudah sepantasnya Pemprov Kaltim menjadikan jalur tersebut sebagai rencana pembangunan prioritas di Kaltim. Karena faktanya bertahun-tahun kondisi jalan penghubung sepanjang lebih kurang 70 Kilometer itu kondisinya sangat memprihatinkan. Hampir sepanjang badan jalan ditemui titik kerusakan yang mengakibatkan sulitnya bagi pengguna jalan. Bahkan dengan kondisi ini tidak jarang terjadi kecelakaan.

Kucuran anggaran untuk perbaikan insfrastruktur jalan di PPU ini dari Pemprov Kaltim memang selalu ada berdasarkan usulan yang diajukan. Namun jumlahnya terbatas dan tidak sesuai dengan harapan, sehingga anggaran yang diterima hanya mampu untuk perbaikan setahap demi setahap dengan jumlah dan jarak yang terbatas pula. Nyatanya telah puluhan tahun pembangunan jalan ini belum selesai dan memuaskan bagi masyarakat.

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa pembangunan jalan Silkar-Sepaku-Samboja membutuhkan anggaran yang tidak kecil. Bahkan diperkirakan masih butuh anggaran hingga Triliunan. Sementara jika selama ini kucuran anggaran Pemprov Kaltim hanya dengan kisaran 50 Milyar per tahun diperkirakan hanya mampu untuk pembangunan badan jalan sepanjang 5-6 Kilometer. Namun anggaran sebesar itupun tidak pasti selalu diperoleh PPU. Karena jika besaran itu telah ada sejak dulu mungkin saat ini pembangunan jalur Silkar-Sepaku telah tercicil seluruhnya.

Memang tidak berlebihan juga jika dulu masyarakat menilai bahwa pembangunan di Kaltim belum adil. Terbukti wilayah timur Kaltim memang selalu menjadi prioritas berbagai sektor pembangunan. Sementara wilayah selatan cenderung terabaikan termasuk di PPU. Bahkan masyarakat bisa memastikan saat itu jika Gubernur Awang Faroek menyampaikan pidatonya pasti tidak akan selesai sebelum menyanjung wilayah Maloy dan Maloy lagi sebuah wilayah yang berada di bagian timur Kaltim yang menjadi prioritas pembangunan pemprov saat itu.

Jika pembangunan ini kedepan bukan menjadi prioritas bagi Pemprov Kaltim, setidaknya anggaran yang disiapkan untuk perbaikan jalur strategis di PPU milik Kaltim ini ditambah besarannya. Bila tahun 2019 ini Pemprov Kaltim menganggarkan 60 Milyar untuk jalur di PPU tersebut diharapkan pada 2020 mendatang dapat menambah menjadi 100 atau 200 Milyar setiap tahun sehingga pembangunannya segera rampung, itu harapan masyarakat.

Penulis : Subur Priono/ Humas Setkab PPU

Editor    : Hamaruddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here