Pasca Insiden Lelang Proyek LPSE-ULP, AGM Akui Sedih dan Kecewa

0
814

HARIANPPU.ONLINE,PENAJAM- Pasca insiden cekcok yang berujung penikaman yang terjadi di lantai 4 Setkab Penajam Paser Utara (PPU) yang ditenggarai persaingan tender proyek pembangunan Puskesmas Petung senilai Rp 4,9 miliar di Bagian Lelang Pengadaan Barang dan Jasa (LPSE – ULP), Senin (1/7/2019) pagi.

Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud (AGM) dikonfirmasi, Selasa (2/7/2019) di Jakarta, mengatakan dengan berat hati pihaknya akan melakukan pembekuan ormas yang diduga ikut terlibat dalam insiden tersebut dengan alasan telah mengganggu ketertiban umum.

Apalagi ditegaskan AGM kejadian tersebut terjadi dikantor Pemerintahan PPU, yang mana pihaknya menilai kantor Pemerintahan adalah simbol Kabupaten yang marwahnya harus dijaga dan dihormati.

“Meski berat hati, tetapi saya akan membekukan izin Ormas yang terlibat pertikaian senin kemarin (1/7/2019, Red), pasalnya kantor Pemkab adalah Intalasi Vital dan sebagai simbol pemerintahan di daerah. Maka kami menilai harus ada tindakan tegas apalagi sampai dimasuki dengan membawa senjata tajam,” kata AGM.

Lanjut dikatakan AGM saat ini ia sedang di Jakarta dan bertemu dengan kementerian untuk berkordinasi agar pembangunan PPU bisa diprioritaskan, dan pada kesempatan itu ia menghubungi korban penikaman yang terjadi di Kantor Setkab PPU terkait masalah proyek yang di lelang.

“Menurut saya tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah tentang kejadian ini, hanya saja kita harus mempunyai kesadaran masing- masing agar kejadian seperti ini tidak terulang Lagi,” lanjutnya.

AGM pun merasa sangat sedih melihat kejadian tersebut oleh karena itu ia memberikan kepercayaan kepada yang berwajib untuk menindaklanjuti segala perkara yang ada, sedangkan Pemkab PPU menjalankan tugas dan fungsinya sebagai profesional sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan jelas bahwa pemerintah daerah dalam menjalankan roda organisasi.

“Dalam Prises eksekutif kami mau tidak boleh ada intervensi dari pihak mana pun, apa lagi masalah proyek yang sudah dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku,” bebernya.

“Sampai saat ini saya masih sedih dan kecewa semoga kedepan tidak ada lagi kejadian seperti ini dan atas insiden ini biar masyarakat luas yang akan menilai demi keamanan dan kenyamanan warga PPU yang sangat saya cintai,” pungkasnya.

Reporter : Hamaruddin

Editor      : Riadi Saputra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here