Kunjungan Tim Terpadu KAB, Di Harapkan Bukan Hanya Seremonial

0
391

HARIANPPU.ONLINE,PENAJAM- Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sangat mendukung penuh pembanguan Kereta Api Borneo (KAB), karena hal itu menjadi salah satu alternatif untuk memajukan perekonomian daerah dan mensejahterakan rakyat Kabupaten PPU khususnya dan Kalimantan Timur.

Apalagi pasca Ground breaking, yang sempat dilakukan sejak jauh hari. Menjadi harapan baru untuk sinergi pembangunan ekonomi di Benuo Taka.

“Sebelumnya Pak Presiden Joko Widodo telah melaksanakan ground breaking tentang KAB di Kawasan Industri Buluminung (KIB) Kabupaten PPU pada tanggal 19 November 2015 lalu,” kata Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud (AGM), Kamis (26/6/2019).

Selain itu AGM menambahkan sesuai kewenangan yang dimiliki Pemkab PPU yang telah melakukan pengecekan kesesuaian tata ruang pada aksi rencana pembangunan KAB dengan memberikan persetujuan prinsip dan ijin lokasi, untuk melengkapi administrasi investasi dan mempercepat proses pembangunan yang akan dilakukan.

Serta dari pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pemkab PPU pun telah menerbitkan surat pertimbangan teknis untuk lahan seluas 140 Hektar dan sampai saat ini sudah sekitar kurang lebih 74 Hektar lahan sudah dibebaskan.

“Kami berharap kegiatan pembahasan perkembangan pembangunan KAB dan kunjungan lapangan Tim Terpadu bukan hanya sekedar seremonial atau wacana tetapi harus segera dilaksanakan, agar dapat memberikan angin segar demi mendukung terwujudnya Kabupaten PPU yang Maju, Modern dan Religius dan sesuai dengan Nawa Cita Bapak Presiden kita,” lanjutnya.

Semantara itu Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi mengatakan, terimakasih kepada Tim Terpadu KAB karena telah datang ke Kaltim, dan tentunya dengan adanya jalur kereta api ini nantinya pasti akan memberikan dampak positif bagi masyarakat Kaltim khususnya PPU.

“Pertumbuhan ekonomi tentu berjalan dengan baik, apalagi Kaltim memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang luar biasa dan merupakan salah satu dari 5 Provinsi penyumbang terbesar devisa untuk indonesia,” terang Hadi.

Lanjut Hadi, meski memiliki SDA yang melimpah dan salah satu penyumbang terbesar devisa di Indonesia,tetapi Infrastruktur Provinsi Kaltim masih jauh tertinggal dari Provinsi lainnya. Karena itu jika jalur kereta api nantinya jika dibangun dengan baik akan memberikan dampak besar bagi masyarakat Kaltim.

“Memang sempat terjadi keterlambatan proyek ini kurang lebih 4 tahun sejak di Groud breaking tahun 2015 Pak Presiden, namun tidak masalah,” tuturnya

“Meskin hanya khusus untuk mengangkut batubara, tetapi kami harap bukan hanya batu bara tetapi apa yang ada di Kaltim termasuk mengangukut penumpang kedepannya,”pungkasnya.

Reporter : Hamaruddin

Editor      : Riadi Saputra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here