Pencurian Ikan di Empang Mulai Marak

0
590

HARIANPOU.ONLINE,BABULU- Jum’at tanggal 17 Mei 2019 sekitar pukul 14.30 wita telah terjadi tindak pidana pencurian ikan di empang (tambak) yang luasnya sekitar 2-3 Hektare milik Kaharudin (42) warga RT 11, Desa Babulu Laut, Kecamatan Babulu Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Saat dikonfirmasi Kapolsek Babulu, Iptu Alimudin melalui Kanit Reskrim Polsek Babulu Ipda Arnomo saat dikonfirmasi, Minggu (19/5/2019) mengatakan kronologis kejadian pada saat korban sedang berada dirumahnya dan saudara korban menghubungi korban lantaran kebetulan melihat ada orang yang tidak dikenal lewat depan rumahnya membawa beberapa ikan dari tambak.

“Saudara korban curiga bahwa ikan yang dibawa oleh orang yang tidak dikenal tersebut adalah ikan yang diambil dari tambak milik korban yang berada di RT 11 Desa Babulu laut,”kata Arnomo.

Lanjut Arnomo setelah mendapat laporan dari saudaranya, korban langsung ke tambak ternyata benar tambak sudah kering dan ikanya sudah tidak ada , kerena kejadian tersebut korban mengalami kerugian kurang lebih sebesar Rp.20 Juta kemudian langsung melaporkan ke Polsek Babulu.

“Kerugian sekitar Rp 20 Juta, karena korban mengatakan dia melepas bibit bandeng dengan harga sekitar 10 Juta, dan ikan bandengnya ada yang besarnya sampai beratnya 1Kg, ikannya tidak lama akan dipanen karena usianya sudah sekitar 8 bulan,”lanjutnya.

Dikatakan Arnomo modus pencurian ikan diduga pelaku yang dicurigai lebih dari satu orang dan terlebih dahulu mengeringkan empang korban dengan cara membuka pintu air sekitar empang.

“Diduga empang dikeringkan oleh pelaku sekitar Kamis malam, air laut surut sekitar Jam 20:00- 05:00 wita, ada beberapa nama yang akan dikonfirmasi termasuk para pencari kepiting, namun TKP tidak bisa dilalui mobil, kalau naik motor sekitar 1 Km jalan kaki ke TKP,”tambahnya.

Kemungkinan kedua, menurut Arnomo pelaku menggunakan perahu, empang tidak ada yang dijebol, pelaku mengeringkannya hanya membuka pintu air dan jaring yang ada dipintu air dipotong kemungkinan untuk mengangkut hasil pencurian ikan tersebut.

“Menurut saya pelaku terlalu berani, karena tiap hari orang cari makan ditambak, malamnya banyak orang cari kepiting, siangnya pasti ada pemiliknya di TKP, pelaku lebih satu orang apalagi ikan itu banyak tidak mungkin dikerjakan satu orang, karena tambaknya dikosongin total, sudah ada beberapa orang segera diperiksa termasuk orang yang ada disekitar TKP,”pungkasnya.

Reporter : Hamaruddin

Editor      : Riadi Saputra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here