PPU Siap Kolaborasi Demi Terpilihnya Kaltim Sebagai Ibukota

0
2101

HARIANPPU.ONLINE,PENAJAM- Masih dalam opini pemindahan ibukota dari Pulau Jawa, sejumlah asumsi dan presepsi timbul di sejumlah daerah yang menjadi opsi baru wajah baru Indonesia.

Menurut Kabag Pembangunan Setkab PPU Nicko Herlambang bahwa Kabupaten PPU paling siap untuk menjadi Ibukota Republik Indonesia. Secara garis besar kondisi Geografis Kabupaten PPU dari segi kesiapan lahan memiliki segala keunggulan dari aspek bahkan persoalan bencana alam seperti gempa bumi, erosi, tsunami dan banjir, terbilang minim akan terjadi.

“Keunggulan lain Kabupaten PPU berada diketinggian 15 meter dari permukaan laut, tidak terdapat dizona wilayah lahan gambut, tidak mudah terbakar dan memiliki karakteristik lahan yang mudah untuk dikembangkan menjadi bangunan kelas pencakar langit,” terang Nicko.

Selain itu Nicko juga menjelaskan di Kabupaten PPU terdapat wilayah hutan produksi seluas 180.000 hektar yang dikombinasikan dengan lahan HGU yang akan habis perijinannya sehingga dapat meminimalisir biaya investasi lahan.

Selain itu Kabupaten PPU memiliki konsistensi pengembangan wilayah berbasis konsep pesisir dimana sepanjang area pesisir telah dipersiapkan pembangunan jalan dan akses penghubung dengan kualitas yang baik dan layak untuk pengembangan Ibukota.

“Di PPU juga telah dipersiapkan ketersediaan fasilitas penghubung seperti pelabuhan laut dalam, itu sangat penting untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara maritim kita punya pelabuhan Benuo Taka yang berada di kawasan Industri Buluminung yang akan berintegrasi dengan kawasan Industri Kariangau di Kota Balikpapan,” lanjutnya.

Lanjut Nicko, Akses ke Bandara dapat mudah terkoneksi melalui pembangunan jalan dan jembatan pulau balang terkoneksi dengan jalan tol serta pembangunan jembatan tol teluk balikpapan yang bisa memangkas waktu perjalanan hanya beberapa menit saja.

Serta ketersediaan sumber air sangat memadai karena dalam waktu dekat akan dibangun bendung lambakan, bendung gerak telake, bendung lawe-lawe dan bendung semoi sehingga kapasitas dari total keseluruhan bisa memenuhi kebutuhan air sebuah Ibukota.

“Terkait konflik sosial, di PPU sangat rendah, warga PPU memiliki sifat terbuka terhadap warga pendatang terbukti dengan transmigrasi yang berhasil di Kabupaten PPU,”paparnya.

Selain itu terkait dengan rencana Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor yang mengarahkan pemindahan Ibukota di kawasan TAHURA Bukit Soeharto, maka sebaiknya tetap mempertimbangkan kepentingan yang lebih besar terkait peran ekologis TAHURA Bukit Suharto dan tidak memusatkan beban ibukota hanya di satu Kota atau Kabupaten, perlu dipertimbangkan agar skenarionya bisa melibatkan lebih satu kota atau kabupaten, dan kombinasi 3 kabupaten / kota sebagai areal pengembangan perlu dipertimbangkan yaitu kawasan Balikpapan – Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara sebagai 3 kawasan strategis pengembangan wilayah ibukota yang saling sinergi, hal ini tentunya bisa mengurangi beban lingkungan kawasan TAHURA yang masuk konservasi.

Sementara itu seperti diberitakan salah satu media di Kaltim Kepala Bappeda Kaltim Zairin Zain menyinggung penggunaan lahan TAHURA Bukit Soeharto memang kuat untuk disediakan sebagai ibukota. Namun, ada opsi lain. Yang tak menyentuh wilayah TAHURA Bukit Soeharto. Yakni di wilayah timur dengan luas lahan yang tersedia 18.000 hektare dan sebelah barat tahura dengan luas yang tersedia 68.000 hektare.

“Menurut Bappenas, masih bisa dikembangkan jika Kaltim memang positif menjadi Ibukota dan sebisa mungkin dihindari menyentuh Bukit Soeharto. Meski lihat sendiri kondisi tahura di sini sudah tak lagi hutan. Bahkan masuk sawit liar,” katanya.

Zairin menggambarkan, dengan plot yang disiapkan pada sisi barat TAHURA, ibukota akan berada pada dua kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kukar. Sementara jika dipilih di sisi timur, maka Amborawang, Kecamatan Samboja yang akan menjadi calon ibukota.

“Dari dua lokasi, Bukit Soeharto berada di tengah. Dan untuk awal, tim perlu 5.000–10.000 hektare,” pungkasnya.

Perlu diketahui saat ini pembangunan tol Teluk Balikpapan telah memasuki finalisasi pembahasan di kementerian PUPR pada hari Rabu (8 Mei 2019), dimana dalam pertemuan dihadiri perwakilan Pemprov Kaltim antara lain Kepala Bappeda Provinsi Kaltim, Asisten 2 Pemprov Kaltim, Kabiro Bangda Propinsi Kaltim serta Perwakilan Kabupaten Kota dalam hal ini diwakili Kabag Pembangunan PPU dan Staf Ahli Bupati bidang investasi dan pembangunan, serta kepala bagian pembangunan kota Balikpapan, hasil pertemuan sangat positif dan disambut baik Kemenpupr yang dalam waktu dekat akan melakukan finalisasi proses lelang Tol teluk Balikpapan.

Reporter : Hamaruddin

Editor      : Riadi Saputra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here