AGM : Tak Hanya Lahan, Banyak Aspek Menujang PPU Menjadi Ibukota

0
517

HARIANPPU.ONLINE,PENAJAM- Menindaklanjuti wacana pemindahan Ibukota di Pulau Jawa, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) telah siap menyiapkan seluruh kebutuhan lahan jika diperlukan untuk memindahkan Ibukota Negara Republik Indonesia. Hal ini dikatakan Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud (AGM), Jum’at (3/5/2019) di Penajam.

“Tentu saja kami siap, terkait lahan Pemerintah Pusat tidak perlu khawatir, berapapun lahan yang di butuhkan kami akan menyediakan,”kata AGM.

Lanjut AGM, selain lahan yang masih luas di sekitar PPU ada kota-kota pendukung seperti Kota Balikpapan yang sudah mempunyai bandara dan pelabuhan internasional, dan Pemkab PPU sendiri kini tengah fokus untuk menyambungkan infrastruktur, antara Kota di Kalimantan Timur, seperti Jembatan Pulau Balang yang menghubungkan dengan Kota Balikpapan serta Jalan Tembus Sotek Bogan di Kutai Barat serta tahun ini segera akan di bangun Tol Laut Teluk Balikpapan.

“Letak PPU sendiri sangat strategis jika dijadikan Ibukota RI, Kabupaten kita ini jika dilihat dari peta berada di tengah-tengah Indonesia, berbatasan dengan Kota Balikpapan, Kabupaten Kutai Kartanegara disebelah Utara, sebelah timur berbatasan dengan Selat Makassar dan sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Paser serta sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Kutai Barat,” lanjutnya.

Selain itu dikatakan AGM jika pemerintah pusat menetapkan PPU sebagai Ibukota lokasinya mau ditempatkan di kecamatan mana saja semua sangat layak, apalagi jumlah penduduk PPU hanya ada sekitar 160 ribuan jiwa, dibidang infrastruktur sudah memadai, termasuk pelabuhan laut yang berada di Kawasan Industri Buluminung (KIB).

“Terkait  lahan pemerintah pusat juga tidak perlu khawatir tuturnya,apalagi Kabupaten PPU lahan banyak berstatus Hak Guna Usaha (HGU) dan Kawasan Budidaya Kehutanan (KBK) dan negara kapanpun bisa mengambilnya, yang jelas jika di Kabupaten PPU jauh lebih irit lah,” tambahnya.

Sebelumnya nenurut Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro ada lima syarat yang harus dipenuhi, antara lain lokasi strategis, secara geografis berada di tengah wilayah Indonesia; tersedia lahan luas milik pemerintah/BUMN Perkebunan untuk mengurangi biaya investasi, bebas dari bencana gempa bumi dan gunung berapi, tsunami, banjir, erosi, serta kebakaran hutan dan lahan gambut, tersedia sumber daya air yang cukup dan bebas pencemaran lingkungan, dekat dengan kota existing yang sudah berkembang untuk efisiensi investasi awal infrastruktur, meliputi akses mobilitas/logistik seperti bandara, pelabuhan dan jalan;  ketersediaan pelabuhan laut dalam yang sangat penting untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara maritim melalui konektivitas tol laut antar pulau; dan tingkat layanan air minum, sanitasi, listrik, dan jaringan komunikasi yang memadai untuk dikembangkan; potensi konflik sosial rendah dan memiliki budaya terbuka terhadap pendatang, memenuhi perimeter pertahanan dan keamanan.

“Saya rasa lima syarat tersebut hanya PPU yang sanggup memenuhinya,” sambung AGM.

Dan untuk diketahui pemerintah pusat ingin memindahkan Ibukota Negara diluar Pulau Jawa, selain di PPU juga di Palangkaraya, Kalimantan Tengah serta Tanah Bumbu di Kalimantan Selatan menjadi opsi lainnya.

Reporter : Hamaruddin

Editor     : Riadi Saputra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here