AGM Akui Pendidikan Karakter Masih Kurang di PPU

0
165

HARIANPPU.ONLINE, PENAJAM – Fenomena destruktif yang belakangan mulai marak dilakukan anak remaja, usia sekolah bahkan mahasiswa tidak lain salah satu penyebabnya masih lemahnya pondasi pendidikan karakter selama ini.

Karena itu, Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Mas’ud (AGM) saat menjawab pertanyaan salah satu masyarakat Kelurahan Jenebora dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke 54 Desa/Kelurahan, Selasa (19/2/2019) bahwa penanaman nilai-nilai dalam pendidikan persekolahan selama ini dinilai tidak cukup membendung prilaku destruktif tersebut.

Karena itu, sudah saatnya kita mengaktualisasikan kembali pendidikan karakter secara non formal dalam rumah tangga. Sebab, hal ini sangat efektif mengingat keluarga menjadi lingkungan penanaman nilai-nilai karakter sejak dini, yang pertama dan utama.

Dalam kasus penyalahgunaan zat adiktif dan narkoba, penanaman pendidikan karakter sejak dini dalam keluarga bisa menjadi jawaban karena narkoba merupakan kejahatan yang luar biasa yang merusak generasi dan masa depan bangsa.

“Kalau bukan kita yang menjaga anak-anak kita dari narkoba siapa lagi, dan pendidikan non formal itu dimulai dari ibunya, karena yang paling dekat dengan anak itu ibu dan kemudian juga ayah mengawasi anaknya tersebut,”jelas AGM.

Dikatakan AGM jika seorang ayah terpengaruh dengan narkoba pasti dalam hatinya berkata anak kita jangan sampai seperti saya ini. Jadi kedua orang tua harus benar-benar mengawasi anaknya, pihak pemerintah hanya bisa memantau.

“Kalau narkoba THL, PNS semuanya saya perintahkan untuk tes narkoba, jika tersangkut narkoba saya langsung pecat kalau perlu saya juga langsung penjarakan karena narkoba itu bahaya sekali,”lanjutnya.

AGM menambahkan jika ada masyarakat yang tersangkut dengan narkoba hidupnya tidak akan berkah, dan keluarganya pasti akan kacau balau dan penghasilannya pasti tidak akan pernah cukup.

“Tidak akan pernah bahagia pengguna narkoba itu pasti kacau balau hidupnya, narkoba itu artinya menarik kolor bapak,”pungkasnya.

REPORTER : HAMARUDDIN

EDITOR       : TITIN YUHARTINA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here