Atasi Soal Listrik, AGM Luncurkan Program PPU Bersinar

0
493

HARIANPPU.ONLINE,PENAJAM- Sangat ironis memasuki usia ke 17 Tahun,  Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sekitar kurang lebih 2.000 rumah belum tersentuh aliran listrik dari PLN. Oleh kerena itu melalui Program PPU bersinar yang merupakan gagasan Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud (AGM), masyarakat yang biasanya menggunakan  pelita bisa diterangi lampu hingga kepelosok desa.

PPU bersinar  merupakan program yang di buat untuk membantu daerah yang belum mendapat pasokan listrik dari PLN, namun bisa diterangi cahaya lampu.  Lampu tersebut hasil karya dari pelajar dari SMK Negeri 2 PPU. Program PPU bersinar tanpa menggunakan dana APBD, tetapi menggunakan dana dari kantong pribadi AGM. 

Bupati PPU AGM kepada sejumlah media mengatakan di PPU masih ada rumah warga yang dijajah kegelapan, karena tidak teraliri listrik. Maka solusi yang paling tepat adalah menghadirkan program PPU bersinar ini, yaitu memberikan secara gratis 5 buah lampu hemat energi jenis LED 1 Watt, saklar dan sumber daya listrik dari accu atau aki 12 Volt.

“5 buah lampu ini bisa menyala hingga 1 bulan, dengan hanya mengisi ulang sumber dayanya (Accu) selama tiga jam saja. Program PPU bersinar ini merupakan salah satu solusi yang paling cepat untuk memerdekakan masyarakat PPU dari kegelapan,” kata AGM saat louncing PPU bersinar, Selasa (30/1/2019) malam.

Dikatakan AGM bantuan gratis seperangkat lampu penerangan hasil karya pelajar SMK N 2 PPU ini sifatnya hanya sementara, sambil menunggu sambungan aliran listrik dari PLN. Selain itu ia bangga Kepada pelajar SMK N 2 PPU.

“Mereka tidak saja membuatnya, tetapi buah karyanya juga menjadi solusi untuk masyarakat PPU yang belum teraliri listrik dari PLN agar bebas dari kegelapan,”paparnya.

Sementara itu salah satu Masrifah, warga RT 4 Kelurahan Lawe-Lawe Kecamatan Penajam Kabupaten PPU yang pertama menerima bantuan seperangkat lampu hemat energi ini mengatakan puji syukur dan sangat berterima kasih kepada Bupati PPU AGM pasalnya sejak tahun 1981 atau 38 tahun dirinya tinggal di daerah tersebut belum dapat menikmati aliran listrik.

“Sejak tahun 1981 saya tinggal di sini, saya hanya menggunakan lampu tembok (pelita) dan anak-anak belajar pakai lampu tembok, dan selama ini belum ada bantuan selain dari AGM,terima kasih pak bupati alhamdulillah rumah kami sudah terang,”pungkas Masrifah.

Reporter   : Hamaruddin

Editor       : MR Saputra

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here