Ancam Warga Lewat PKH, Warga Siap Laporkan ke Bawaslu

0
357

HARIANPPU.ONLINE, PENAJAM – Lagi-lagi aksi tidak terpuji dalam mendulang suara dalam Pemilihan Legislatif Tahun 2019, diduga kembali terulang. Kali ini melalui Program Keluarga Harapan (PKH) seorang caleg asal Daerah Pemilihan I Kecamatan Penajam disinyalir melakukan ancaman bila tidak terpilih dalam Pileg 2019 mendatang.

Ketua RT 13, Kelurahan Jenebora, Kecamatan Penajam, Rudi saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut diwilayahnya. Bahkan selain RT 13, sejumlah warga di beberapa RT di kelurahan yang sama juga mengeluhkan hal yang senada.

“Caleg tersebut mengancam sejumlah kelompok yang menerima PKH, di wilayah kami. dimana bila dia (Oknum Caleg, Red) tidak terpilih maka program PKH akan dicabut,” terang Rudi.

Atas hal tersebut Rudi mengaku, pihaknnya akan menempu jalur hukum dengan melaporkan ke bawaslu. Pasalnya pihaknya merasa tidak nyaman dengan adanya ancaman tersebut.

“Saat ini kami akan mengumpulkan sejumlah barang bukti sebelum melaporkannya, namun yang pasti kami merasa tidak nyaman dengan adanya ancaman yang dilakukan terhadap warga kami,” tegasnya.

Dan atas ancaman tersebut tak hanya mengundang reaksi tegas para warga. Namun sejumlah politisi yang dilingkungan Kabupaten Penajam Paser Utara juga mengaku geram atas aksi dari Oknum Calleg tersebut yang memanfaatkan PKH sebagai alat mendulang suara.

Seperti Jamaluddin, Politisi asal Partai Golongan Karya (Partai Golkar) yang juga menjabat sebagai Sekretaris Komisi III DPRD PPU, ini. Mengaku kecewa atas aksi tersebut dan dirinya mengecam aksi tersebut.

“PKH itu jelas-jelas program pemerintah, jadi seyognya tidak ada urusan caleg dalam mencampuri. Apalagi sampai menganncam akan mencabut program tersebut bila tak dicoblos, dan jelas ini perbuatan yang tidak sportief dan mencoreng nama baik Caleg yang seyogyanya menjadi tokoh di masyarakat,” ungkap Jamal.

Tak hanya Jamal, Politisi muda asal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Titin Yuhartina juga menyatakan hal yang senada. Bahkan dirinya mengaku kecewa, karena aksi tersebut juga mencoreng nama baik Tenaga Harian Lepas (THL) di wilayah Penajam Paser Utara.

“Aksi caleg tersebut, kian membuat buruk nama THL yang mencalonkan diri saat ini. Dan sudah seharusnya atas aksi tersebut, pengawas mengambil sikap tegas dan memberikan hukuman yang sesuai,” terang Titin.

Reporter : Hamaruddin
Editor      : MR Saputra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here