Tak Dianggarkan, Jamal Sebut Soal Banjir Wajar Tunggu Bantuan Provinsi

0
121

HARIANPPU.ONLINE, PENAJAM – Meski belum terbilang kota besar, namun persoalan banjir masih terus menghantui sejumlah wilayah di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), diantaranya kawasan Desa Bukit Subur, Desa Bukit Raya, Desa Sukaraja, Desa Bumi Harapan dan Kelurahan Sepaku.

Menyikapi Hal tersebut, Sekretaris Komisi III DPRD PPU Jamaludin, akhirnya angkat bicara. Dimana selama ini persoalan penanganan banjir memang tak menjadi sekala prioritas pemerintah daerah.

Bahkan dalam pengajuan anggaran, pemerintah daerah nyaris tak pernah mengajukan anggaran untuk penanganan banjir maupun normalisasi drainase.

“Saya rasa sampai sejauh ini pemerintah daerah belum pernah ada mengajukan anggaran terkait penanganan banjir,” terang Jamal.

Oleh sebab itu lanjut Jamal mengatakan, wajar bila untuk melakukan penanggulangan banjir di kawasan titik banjir seperti di Sepaku maupun Penajam harus menunggu bantuan dari Pemerintah Provinsi.

“Tentu wajar kalau pemda kita hanya bisa menunggu bantuan dari Pemprov, pasalnya kita sendiri tak memiliki anggaran penanggulangan banjir, ” ucapnya.

“Dan saya rasa ini menjadi pekerjaan rumah bagi dinas terkait agar lebih responsif lagi dalam melakukan penyusunan anggaran, ” tandasnya.

Dan untuk diketahui, akibat hujan dengan intensitas yang cukup tinggi dan lama pada hari Sabtu tanggal 1 Desember 2018 sejak pukul 02.30 Wita dini hari hingga pagi hari bersamaan dengan pasut air laut.

Saat dijumpai Kasubid Peralatan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, Nurlaila, sabtu (1/12/2018) mengatakan, dari data pihaknya sebanyak 225 Kepala Keluarga (KK) di Desa Bukit Raya korban terdampak, di RT, 1,2,5,6,7,8 dan 10 sertq Korban terdampak Longsor Keluarga Heri Heyadi (35 Tahun): 1 KK 4 Jiwa sebagai penyewa rumah (pemilik Bapak imam) Rumah Rusak Ringan Keluarga Bapak Catur Dwi Pramono (38 tahun): 1 KK 3 Jiwa, Keterangan: 1 Rumah Rusak Berat.

Reporter : Hamaruddin

Editor : MR Saputra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here