Penangan Banjir Sepaku Hanya Menunggu Bantuan Pemprov

0
138

HARIANPPU.ONLINE, SEPAKU – Banjir yang melanda, Kecamatan Sepaku Kabuputen Penajam Paser Utara (PPU), khususnya yang terjadi di Desa Bukit Raya, Desa Sukaraja, Desa Bumi Harapan dan Kelurahan Sepaku. Memang menjadi pekerjaan rumah bagi penerintah daerah.

Namun lantaran kondisi anggaran yang belum sepenuhnya stabil, penanggulangan di kawasan tersebut hanya bisa menunggu adanya bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim.

“Saay ini kami terus berkoordinasi dengan Pemprov Kaltim, sembari membuat proposal pengajuan untuk penanggulangan banjir di Kecamatan Sepaku dan sekitarnya,” ungkap Kabid Pengairan, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Farmawati, Senin (3/12/2018).

Meski demikian, dibeberkan Farmawati untuk penanggulangan sementara pihaknya terus berkoordinasi lintas dinas guna melakukan antisipasi ditengah kondisi cura hujan yang tinggi saat ini.

“Meski menunggu bantuan Pemprov, kami pemerintah terus berupaya. Minimal melakukan penanggulangan sementara, untuk menghadapi banjir ditengah kondisi saat ini, ” tegasnya.

Sedangkan dikonfirmasi terkait banyaknya limbah pabrik yang membuat adanya sumbatan di jembatan penghubung di Kecamatan Sepaku, pihaknya masih menunggu hasil koordinasi dari tim BPBD PPU.

“Kalau untuk pihak perusahaan dan limbahnya kami masih memunggu kordinasi teman teman dari BPBD,” ucapnya.

“Yang pasti bila proposal penanggulangan banjir di setujui Pemprov Kaltim, 2019 sudah dapat dilakukan normalisasi sungai di kawasan tersebut,” tandasnya.

Dan untuk diketahui, akibat hujan dengan intensitas yang cukup tinggi dan lama pada hari Sabtu tanggal 1 Desember 2018 sejak pukul 02.30 Wita dini hari hingga pagi hari bersamaan dengan pasut air laut.

Saat dijumpai Kasubid Peralatan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, Nurlaila, sabtu (1/12/2018) mengatakan, dari data pihaknya sebanyak 225 Kepala Keluarga (KK) di Desa Bukit Raya korban terdampak, di RT, 1,2,5,6,7,8 dan 10 sertq Korban terdampak Longsor Keluarga Heri Heyadi (35 Tahun): 1 KK 4 Jiwa sebagai penyewa rumah (pemilik Bapak imam) Rumah Rusak Ringan Keluarga Bapak Catur Dwi Pramono (38 tahun): 1 KK 3 Jiwa, Keterangan: 1 Rumah Rusak Berat.

Reporter : Hamaruddin

Editor : MR Saputra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here