AGM : APBD PPU Tahun 2019 Naik jadi Rp. 1,50 Trilyun

0
307

HARIANPPU.ONLINE, PENAJAM – Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dengan agenda Penyampaian Laporan Badan Anggaran DPRD Terhadap Rancangan APBD Kabupaten PPU Tahun 2019 Rabu,(28/11/2018).

Bupati PPU Abdul Gafur Masud (AGM) dalam paripurna ini menyampaikan target Pendapatan pada APBD Tahun 2019 sebesar Rp. 1,50 trilyun lebih, mengalami kenaikan sebesar  Rp. 209,23 milyar lebih atau sebesar 16,1% dari APBD Perubahan 2018 sebesar Rp 1,29 trilyun lebih.

Pendapatan Asli Daerah atau PAD direncanakan sebesar Rp.143,01 milyar  , mengalami kenaikan sebesar Rp. 8,82 milyar lebih atau 6,57 % dari PAD pada APBD Perubahan 2018 sebesar Rp 134,19 milyar lebih, yang terdiri dari hasil pajak daerah, hasil retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah.

“Dana Perimbangan direncanakan sebesar Rp. 1,19 trilyun lebih, terjadi kenaikan sebesar Rp. 221,48 milyar lebih atau sebesar 22,79 % dari APBD Perubahan Tahun 2018 sebesar Rp. 971,92 milyar lebih,”kata AGM.

Sedangkan untuk Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah direncanakan sebesar Rp. 168,66 milyar lebih, mengalami penurunan sebesar Rp. 21,07 milyar lebih atau 11,11 % dari APBD Perubahan Tahun 2018 sebesar Rp.189,73 Milyar lebih yang berasal dari Bagi Hasil Pajak Provinsi, Dana Penyesuaian dan Bantuan Keuangan dari Provinsi.

Dikatakan AGM untuk belanja secara keseluruhan direncanakan pada APBD Tahun 2019 sebesar Rp. 1,48 trilyun lebih, mengalami penurunan sebesar Rp. 177,23 milyar lebih atau 10,67%  yang dari APBD Perubahan 2018 sebesar 1,66 trilyun lebih.

“Belanja Tidak Langsung direncanakan sebesar Rp. 632,22 milyar lebih bertambah sebesar Rp. 34,61 milyar lebih atau 5,79% dari APBD Perubahan 2018 sebesar Rp 597,61 milyar lebih, yang terdiri dari Belanja Pegawai, Belanja Hibah, Belanja Bantuan Sosial, Belanja Bantuan Keuangan kepada Pemerintah Desa dan Belanja Tidak Terduga,”lanjutnya.

AGM menambahkan belanja lansung direncanakan sebesar Rp. 851,07 trilyun lebih  mengalami penurunan sebesar Rp. 211,85 milyar lebih lebih atau 19,93 % dari APBD Perubahan 2018 sebesar Rp 1,06 trilyun lebih, yang terdiri dari Belanja Pegawai, Belanja Barang dan Jasa serta Belanja Modal.

Penerimaan Pembiayaan yang direncanakan Rp. 18,29 milyar lebih berasal dari Pinjaman Daerah, sedangkan SiLPA direncanakan NIHIL .Pengeluaran Pembiayaan   yang  direncanakan  sebesar Rp. 40,07 milyar lebih, bertambah sebesar Rp. 29,08 milyar lebih atau 264,58% dari pengeluaran pembiayaan APBD Perubahan 2018 sebesar Rp. 10,99 milyar lebih.

“Pengeluaran pembiayaan dipergunakan untuk pembayaran Bunga Pinjaman Daerah Rp. 36,07 milyar lebih dan Penyertaan Modal pada PDAM sebesar Rp. 4 milyar,”pungkasnya.

Reporter : Hamaruddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here