Diskumkperindag Akui LPG 3 Kg Salah Sasaran

0
135

HARIANPPU.ONLINE, PENAJAM – Banyaknya masyarakat menengah kebawah hingga masyarakat mampu Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, Kaltim menggunakan LPG bersubsidi 3Kg diduga menjadi salah satu penyebabkan kelangkaan gas melon bersubsidi tersebut.

Kepala Dinas Diskumkperindag Kabupaten PPU Muhammad Sukadi Kuncoro, Kamis,(22/11/2018) saat dikonfirmasi menyatakan, distribusi LPG bersubsidi selama ini terbilang tidak tepat sasaran, kerena juga digunakan masyarakat berekonomi kelas atas.

“Banyak Warga mampu yang membeli tabung LPG ukuran 3Kg yang menjadi salah satu penyebab kelangkaan LPG di Kabupaten PPU,”kata Kuncoro.

Dikatakan Kuncoro seharusnya LPG 3Kg bersubsidi tersebut hanya diperuntukkan untuk masyarakat yang kurang mampu,namun kenyataan yang terjadi masih banyak rumah tangga mampu di Kabupaten PPU. Menggunakan LPG bersubsisdi tersebut.

Demi mengatasi masalah ini Disperindagkop UKM Kabupaten PPU akan melayangkan surat ke pihak PT. Pertamina Persero untuk menambah kuota LPG 3Kg sesuai dengan pernyataan Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud (AGM).

“Tadi pagi saya mendapatkan kiriman WhatsApp dari pihak Pertamina untuk membuat surat terkait permintaan kuota LPG 3Kg untuk Kabupaten PPU dan surat itu tinggal ditandatangani bupati,” lanjutnya.

Sebelumnya Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud atau AGM mengaku sudah mengubungi PT Pertamina terkait kelangkaan elpiji 3 kilogram. Dalam waktu dekat, pihak Pertamina berjanji akan menambah kuotanya.

Pernyataan itu dikemukakan AGM , Rabu (21/11/2018) kemarin menyusul sulitnya warga mendapatkan si melon. Kondisi ini telah terjadi dalam beberapa pekan ini.

“Saya sudah menelepon GM PT Pertamina Persero, Pak Boy, yang menangani gas jam 16.00 WIB sore tadi. Kebetulan dia ke Jakarta. Begitu mendarat, langsung angkat telepon saya, menanyakan elpiji 3 kg. Insya Allah dalam waktu dekat akan ditambah kuotanya,” ujar AGM.

Harapan AGM ke depannya, dengan ditambahnya kuota elpiji 3 kilogram ke Kabupaten PPU, akan ada solusi sehingga gas subsidi itu tidak langka lagi.

“Semoga ada solusinya agar tidak langka lagi di Kabupaten PPU,” pungkasnya.

Reporter : Hamaruddin

Editor)   MR Saputra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here