Meski Naik, AGM Akui PPU Masih Bergantung dengan Pusat

0
179

HARIANPPU.ONLINE, PENAJAM – Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Mas’ud menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten PPU terkait Penyampaian Nota Penjelasan dan Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Terhadap Rancangan APBD 2018 di ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten PPU, Senin (19/11/2018).

AGM menyampaikan bahwa dalam penyusunan Nota Kuangan APBD Tahun 2019, mencatat bahwa ketergantungan pemerintah daerah terhadap sumber pendanaan dari pemerintah pusat masih cukup tinggi, untuk tahun 2019 dana perimbangan dari Pemerintah Pusat sebesar Rp 1,19 trilyun lebih mengalami kenaikan sebesar Rp 221,4 milyar lebih atau 22,7% dibandingkan pada APBD Perubahan 2018 sebesar Rp 971,9 milyar lebih dengan rasio mencapai 88,04 % dari pendapatan asli daerah Tahun 2019.

“Target Pendapatan pada  APBD tahun anggaran 2019 sebesar Rp. 1,47 trilyun lebih, mengalami kenaikan sebesar Rp 182,4 milyar lebih atau 14,08 % dari APBD Perubahan 2018 sebesar Rp 1,29 Trilyun lebih,”kata AGM.

Pendapatan Asli Daerah atau PAD direncanakan sebesar Rp. 142,7 Milyar lebih, mengalami kenaikan sebesar Rp 8,5 milyar lebih atau 6,38 % dibandingkan dengan APBD Perubahan 2018 sebesar Rp 134,1 milyar lebih. Dana Perimbangan direncanakan sebesar Rp.1,19 trilyun lebih ,mengalami kenaikan sebesar Rp 221,4 Milyar lebih atau 22,79% dari APBD Perubahan 2018 sebesar Rp 971,9 Milyar lebih. Lain-lain Pendapatan Yang Sah direncanakan sebesar Rp. 142,1 milyar lebih, mengalami penurunan sebesar Rp 47,6 milyar lebih atau 25,09% dibandingakan dengan APBD Perubahan 2018 sebesar Rp 189,7 milyar lebih.

“Sedangkan untuk belanja secara keseluruhan direncanakan Rp 1,45 triliyun lebih, mengalami penurunan sebesar Rp. 204,03 milyar lebih atau  sebesar 12,29 % dari  APBD Perubahan 2018 sebesar  Rp. 1,66 Trilyun lebih. Dalam hal ada sesuatu program/kegiatan dan belanja yang dianggap normatif, namun belum tercantum dalam dokumen rancangan APBD 2019 kiranya dapat dibahas lebih lanjut dalam forum TAPD dan Banggar DPRD,”lanjutnya.

Dikatakan AGM terkait Pembiayaan Daerah direncanakan sebesar Rp 21,7 milyar lebih, mengalami penurunan sebesar Rp 342,9 milyar lebih atau 94,03 % dari APBD Perubahan 2018 sebesar Rp 364,6 milyar lebih. Penerimaan Pembiayaan sebesar Rp 18,2 milyar lebih  berasal dari pinjaman daerah, sedangkan Silpa direncanakan NIHIL. Pengeluaran Pembiayaan sebesar Rp 40,076 milyar lebih, yang akan dipergunakan untuk penyertaan modal pada PDAM sebesar Rp 4 milyar dan pembayaran bunga pokok pinjaman sebesar Rp 36,07 milyar.

“Dengan memperhatikan target pendapatan dengan rencana belanja sebagaimana tersebut di atas, maka terdapat selisih lebih (surplus) sebesar Rp. 21,78 Milyar lebih, dimana surplus tersebut akan digunakan untuk menutup pembiayaan netto sebesar Rp 21,7 milyar lebih, sehingga APBD 2019 berada pada kondisi seimbang atau zero defisit,”pungkasnya.

Reporter : Hamaruddin

Editor : MR Saputra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here