Soal H.E.T, Diskumkperindak PPU Minta Paser Lakukan Kajian Ulang

0
195

HARIANPPU.ONLINE, PENAJAM – Selisih Harga Eceran Tertinggi (H.E.T) yang terjadi antara Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser yang terlampau jauh sebesar Rp 3.000 Rupiah.

Membuat Dinas Koperasi KUMK Perindustrian dan Perdagngan (Diskumkprindag) Kab. PPU, bakal melayangkan surat ke Diskumkperindak Kab. Paser untuk melakukan kajian kembali terhadap H.E.T yang telah ditetapkan untuk wilayah Kec. Long Kali.

Pasalnya dibeberkan Kepala Bidang Perdagangan, Diskumkperindag PPU, Rusli Pasca berdirinya SPBE di Kec. Babulu distribusi LPG 3 Kg menjadi lebih dekat. Sehingga bila melihat letak geografis antara Kec. Babulu dan Longkali yang terbilang dekat, dapat menimbulkan gejolak di masyarakat. Khususnya para pedagang di Pangkalan.

“Dengan silisih Rp 3 Ribu, bisa menjadi gejolak nantinya. Pasalnya pangkalan kita maupun pengecer tentu akan memilih untuk menjual LPG di Kec. Long kali, karena dapat meraup keuntungan yang lebih besar, ” terangnya.

“Oleh sebab itu kami akan bersurat ke Diskumkperindag Paser untuk melakukan kajian ulang terhadap H.E.T yang ada di kawasan Long Kali, ” lanjut Rusli.

Sambung Rusli, bila kondisi selisi H.E.T ini terus dibiarkan, Akan sangat berdampak untuk PPU, seperti kelangkaan LPG 3 Kg. Lantaran pangkalan maupun Pengecer lebih memilih untuk nemasuk ke kawasan Long Kali.

“Persoalan H.E.T ini harus di tangapi dengan serius, Karena dapat menimbulkan kelangkaan juga kedepannya,” ungkap Rusli.

Oleh sebab itu sembari menunggu respon dari pihak Kab. Paser, pihaknya akan memperketat pengawasan untuk di Kec. Babulu agar tak ada pedagang maupun pangkalan yang coba bermain nakal.

Dan untuk diketahui, pasca beroperasinya SPBE di Babulu Diskumkperindag PPU menerakan harga baru, yakni untuk kec Babulu-Waru sebesar Rp 18 ribu, Kec. Penajam-Sepaku sebesar Rp 19 ribu. Sementara tiga kelurahan yang ada di pesisir Kecamatan Penajam yakni Jenebora, Gersik dan Pantai Lango sebesar Rp 22 ribu.

Reporter : Hamaruddin

Editor : MR Saputra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here