Kahutindo PPU Minta UMK 2019 Rp 3.147.000

0
509

HARIANPPU.ONLINE, PENAJAM – Dengan mengunakan rumus yang diatur dalam PP 78 tahun 2015/ dari UMK Kabupaten Penajam Paser Utara sebesar Rp. 2.789.000 dikali nilai inflasi tahun 2018 sebesar 8,03 persen, untuk tahun 2019 UMK PPU di prediksi mencapai Rp. 3.015.000.

Namun hal tersebut dirasakan tak sesuai oleh serikat buruh kahutindo. Dimana saat dijumpai Sekretaris DPC Kahutindo PPU, Asrul Paduppa menyatakan pihaknya menuntut kekurangan penghitungan angka nilai UMK yang terjadi sejak tahun 2015, yang kalah itu dibawah kebutuhan hidup layak.

“Karena sejak tahun 2015, sudah terjadi kekurangan dalam penghitungan UMK, tahun ini kami meminta agar kekurangan tersebut dapat dihitung sesuai dengan PP yang berlaku, Yakni PP no 78 Tahun 2015,” terang Asrul.

Lanjut dibeberkan Asrul, Oleh sebab itu jika pemerintah PPU ingin melakukan penyesuaian besaran persentase. Untuk mencapai 100 persen KHL, untuk penetapan UMK tahun 2019 mendatang perlu dilakukan penambahan 4,80 persen lagi, yang terhitung sejak 2015.

“Kalau kami hitung lagi, dari tahun 2015 sampai 2018 ini, terjadi kekurangan sebesar 4,80 Persen. Sehingga untuk tahun depan yang awalnya 8,03 persen berubah menjadi 12,83 persen, yang artinya untuk untuk UMK 2019 itu harusnya sebesar Rp. 3.147.000,” bebernya.

“Dimana tuntutan kami bukan tak berdasar, melainkan sesuai dengan ederan Menaker 240 Tahun 2018, pada poin 10 yaitu berdasarkan Pasal 63 PP 78 Tahun 2015 tentang pengupahan,” tegas Asrul.

Dan untuk diketahui, berdasarkan edaran yaitu berdasarkan Pasal 63 PP 78 Tahun 2015 tentang pengupahan, bagi daerah yang UMP/UMK nya masih dibawa nilai 100 persen KHL, diwajibkan menyesuaikan upah minimun yang terhitung paling lambat di tahun 2019.

Reporter : Hammarudin

Editor : Riadi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here