AGM : Kita Harus Bercermin dengan Pemuda Masa Lampau

0
179

HARIANPPU.ONLINE, PENAJAM – Perjuangan para pemuda dari berbagai latar belakang agama, suku, bahasa dan adat istiadat yang beragam 90 tahun lalu menjadi bagian sejarah Republik Indonesia.

Dalam momentum Sumpah Pemuda tersebut mampu menunjukkan bahwa sekat dan batasan tersebut tidaklah menjadi penghalang bagi para pemuda Indonesia untuk bersatu demi cita-cita Indonesia.

Dan dalam Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-90 tahun 2018 di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur diperingati dengan upacara di halaman Kantor Bupati PPU Minggu (29/10/2018).

Bertindak sebagai inspektur upacara (Irup) Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud dengan upacara dihadiri Wakil Bupati PPU Hamdam, jajaran Forkopimda, TNI, Polri, ASN Kabupaten PPU dan ormas kepemudaan serta pelajar PPU.

Bupati PPU AGM dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa pemuda dari sambang sampai merauke adalah satu kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dalam akhir-akhir ini banyak isu sara yang sangat buruk untuk bangsa ini.

“Kita harus berkaca dengan para pemuda masa lampau yang berjuang menyatukan bangsa ini menjadi satu dalam bingkai NKRI. Saya harapkan jangan sampai kita terpecah belah dan terpengaruh dengan isu-isu sara,”paparnya AGM

Dalam upacara kali ini para Kirab Pemuda 2018 yang wakili dari berbagai provinsi di Indonesia juga mengikuti upacara dirinya sangat antisias dan bangga dan menerima dengan senang hati. Pada kesempatan ini Bupati Sanggau menyampaikan amanat dari Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.

“Hari ini kita memperingati hari yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia yang kita cintai ini, yaitu Hari Sumpah Pemuda ke-90 tahun 2018,”kata AGM

Dikatakanya semua berhutang budi kepada para tokoh pemuda tahun 1928 yang telah mendeklarasikan sumpah pemuda sehingga menjadi pelopor pemuda untuk membangun kesadaran kebangsaan Indonesia sekaligus komitmen menjaga persatuan dan kesatuan negeri ini.

Komitmen kebangsaan mereka harus kita teladani untuk membangun bangsa. Pesatnya perkembangan teknologi informasi ibarat dua mata pisau. Satu sisi ia memberikan jaminan kecepatan informasi sehingga memungkinkan para pemuda kita untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dalam pengembangan sumber daya serta daya saing, namun pada sisi yang lain perkembangan ini mempunyai dampak negatif.

“Informasi-informasi yang bersifat destruktif mulai dari hoax, hate speech, pornografi, narkoba, pergaulan bebas hingga radikalisme dan terorisme juga masuk dengan mudahnya apabila kaum muda tidak dapat membendung dengan filter ilmu pengetahuan serta kedewasaan dalam berbangsa dan bernegara,”pungkasnya.

AGM juga menambahkan Revolusi mental yang dicanangkan oleh Bapak Presiden Ir. Joko Widodo dalam mewujudkan pemuda yang maju. Ciri pemuda yang maju adalah pemuda berkarakter, berkapasitas dan berdaya saing. Oleh karena itu Revolusi mental harus dapat kita jadikan sebagai pemicu untuk mempercepat terwujudnya pemuda yang maju. Dengan mewujudkan pemuda yang maju berarti kita dapat menghasilkan bangsa yang hebat.

Reporter : Hamaruddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here